Properti & Kos

9 Alternatif Tempat Tinggal Mahasiswa di Jogja Selain Kos

Oleh Ade Reza Soetomo 5 menit baca

rusunawa UII Jogja

Ada satu fase yang biasanya mulai dialami mahasiswa setelah beberapa semester tinggal di Jogja: bosan ngekos. Entah karena kamar terlalu sempit, lingkungan tidak cocok, terlalu ramai, atau mulai capek hidup berdampingan dengan suara motor dan pintu dibanting tiap malam.

Ada yang pindah ke kontrakan bareng teman. Ada yang memilih asrama. Ada yang tinggal di guesthouse bulanan. Bahkan ada yang akhirnya numpang di rumah saudara demi hidup lebih tenang.

Di Jogja juga ada mahasiswa yang memilih tinggal di lingkungan takmir masjid, pondok pesantren mahasiswa, atau bahkan rusunawa (rumah susun sewa) karena lebih hemat dan ritme hidupnya terasa lebih stabil.

Karena pada akhirnya, kebutuhan tempat tinggal mahasiswa biasanya ikut berubah seiring cara hidupnya berubah.


1. Kontrakan: Naik Level dari Anak Kos ke “Orang Dewasa”

Mengontrak rumah adalah pilihan yang cukup sering diambil mahasiswa semester akhir atau yang sudah punya circle tetap. Biasanya alasannya sederhana: lebih bebas. Kalau tinggal di kontrakan, hidup terasa lebih lega:

Makanya banyak mahasiswa akhirnya patungan kontrakan bareng:

Dan jujur saja, hidup di kontrakan memang terasa berbeda dibanding kos. Rasanya lebih seperti benar-benar tinggal, bukan sekadar numpang tidur. Tapi tentu ada konsekuensinya:

Kadang baru sadar ternyata hidup mandiri tidak sesimpel kelihatannya.


2. Asrama Mahasiswa: Lebih Hemat, Lebih Sosial

Banyak mahasiswa baru sering lupa kalau asrama bisa jadi pilihan tempat tinggal di Jogja selain kost. Beberapa kampus di Jogja juga punya:

Biasanya harganya lebih terjangkau dibanding kos eksklusif, dan suasana sosialnya jauh lebih terasa, karena hidup di asrama identik dengan:

Buat sebagian orang, asrama terasa melelahkan. Tapi buat sebagian lain, justru di situlah pengalaman merantaunya paling terasa.


3. Rusunawa: Opsi Murah yang Sering Tidak Kepikiran

Selain asrama, ada juga mahasiswa yang akhirnya pindah ke rusunawa (rumah susun sederhana sewa). Opsi ini memang tidak sepopuler kos, tapi cukup banyak dipilih mahasiswa yang ingin hidup lebih hemat dalam jangka panjang.

Biasanya rusunawa dipilih oleh:

Dibanding kos biasa, biaya tinggal di rusunawa sering kali terasa lebih ringan. Fasilitasnya memang cenderung sederhana, tapi umumnya sudah mencakup:

Yang perlu dipahami: tinggal di rusunawa biasanya lebih terstruktur dibanding kos. Ada aturan tertentu seperti:

Buat sebagian mahasiswa, justru ritme hidup seperti ini terasa lebih nyaman karena lingkungannya cenderung lebih tenang dibanding kawasan kost padat mahasiswa.


4. Guesthouse Bulanan: Solusi Anak Magang dan Masa Transisi

Belakangan di Jogja mulai banyak:

yang target pasarnya bukan wisatawan, tapi mahasiswa dan pekerja muda. Model tempat tinggal semacam ini biasanya dipilih oleh:

Keunggulannya:

Tapi suasananya kadang terasa kurang personal karena penghuninya sering berganti.


5. Tinggal di Rumah Saudara: Hemat tapi Tidak Selalu Nyaman

Ini opsi klasik mahasiswa rantau. Kalau punya keluarga di Jogja, banyak orang awalnya memilih tinggal di rumah saudara demi menghemat biaya hidup. Secara finansial memang sangat ringan, tapi tidak semua orang cocok dengan ritme ini. Ada yang akhirnya merasa:

Makanya banyak yang akhirnya pindah ke kos setelah beberapa waktu. Karena kebebasan kecil seperti pulang malam tanpa banyak pertanyaan ternyata sangat berarti bagi anak rantau.


6. Tinggal di Lingkungan Takmir Masjid

Selain opsi umum, ada juga mahasiswa yang memilih tinggal di lingkungan masjid atau rumah takmir. Biasanya ini terjadi di area kampus atau lingkungan yang punya masjid aktif dengan komunitas kuat.

Pola hidupnya cenderung lebih teratur karena:

Bagi sebagian mahasiswa, ini jadi pilihan ideal untuk menyeimbangkan kehidupan akademik dan spiritual. Namun tentu tidak semua orang cocok, karena ritme hidupnya lebih terstruktur dibanding kos biasa.


7. Pondok Pesantren Mahasiswa: Hidup Rantau yang Lebih Terarah

Di Jogja juga cukup banyak pondok pesantren mahasiswa, terutama yang dekat kampus-kampus besar.

Berbeda dengan pesantren tradisional penuh waktu, model ini biasanya dirancang untuk mahasiswa yang tetap kuliah formal. Kehidupan di dalamnya biasanya meliputi:

Banyak mahasiswa memilih jalur ini karena ingin hidup lebih terarah, bukan hanya sekadar tempat tinggal. Namun tentu ada kompromi:


8. Apartemen: Gaya Hidup Mahasiswa Jogja yang Mulai Berubah

Dulu apartemen terasa sangat “bukan Jogja.” Tapi sekarang mulai banyak mahasiswa yang memilih tinggal di apartemen, terutama di area:

Alasannya:

Beberapa apartemen di Jogja bahkan memang mulai menyasar pasar mahasiswa dan pekerja muda. Tapi biayanya tentu jauh lebih tinggi dibanding kos biasa.


9. Coliving dan Tinggal Bareng Teman Mulai Jadi Tren Baru

Belakangan mulai muncul pola hidup yang cukup menarik di Jogja: tinggal bareng teman dalam satu rumah dengan konsep semi-co-living. Biasanya dilakukan oleh:

Co-living adalah konsep tempat tinggal kekinian dengan penekanan pada komunalisme. Di tempat semacam ini, tidak semuanya privat. ada zona-zona yang memang disengaja diciptakan agar penghuninya bisa berinteraksi satu sama lain.


Memilih Tempat Tinggal Itu Sebenarnya Memilih Cara Hidup

Semakin lama tinggal di Jogja, banyak orang akhirnya sadar: tempat tinggal memengaruhi keseharian lebih dari yang dibayangkan.

Kos membuat hidup terasa praktis. Kontrakan membuat hidup terasa lebih dewasa. Asrama membuat hidup lebih ramai. Rusunawa menawarkan hidup yang lebih hemat dan terstruktur. Takmir masjid dan pesantren membuat hidup lebih terarah. Apartemen membuat hidup lebih privat.

Dan semua pilihan itu selalu datang dengan komprominya masing-masing.


FAQ

Selain kos, mahasiswa di Jogja tinggal di mana? Kontrakan, asrama, rusunawa, guesthouse bulanan, apartemen, rumah saudara, takmir masjid, dan pondok pesantren mahasiswa.

Apakah pondok pesantren cocok untuk mahasiswa umum? Cocok untuk yang ingin hidup lebih terarah secara akademik dan spiritual.

Apa kelebihan tinggal di takmir masjid? Lingkungan lebih tenang, dekat aktivitas ibadah, dan suasana komunitas yang kuat.

Apakah rusunawa cocok untuk mahasiswa? Cocok untuk mahasiswa yang ingin biaya tinggal lebih hemat dan nyaman dengan lingkungan yang lebih terstruktur dibanding kos biasa.

Apakah kontrakan lebih murah dari kos? Jika patungan, bisa lebih hemat dibanding kos eksklusif.

Artikel Terkait

Tag:

  • Tempat Tinggal Mahasiswa Jogja
  • Kos Jogja
  • Kontrakan Jogja
  • Asrama Mahasiswa Jogja
  • Apartemen Jogja
  • Pondok Pesantren Mahasiswa
  • Takmir Masjid Jogja
  • Kehidupan Mahasiswa Jogja
  • Anak Rantau Jogja
  • Tinggal di Jogja
  • Kota Pelajar Jogja