Ada satu fase yang biasanya mulai dialami mahasiswa setelah beberapa semester tinggal di Jogja: bosan ngekos. Entah karena kamar terlalu sempit, lingkungan tidak cocok, terlalu ramai, atau mulai capek hidup berdampingan dengan suara motor dan pintu dibanting tiap malam.
Ada yang pindah ke kontrakan bareng teman. Ada yang memilih asrama. Ada yang tinggal di guesthouse bulanan. Bahkan ada yang akhirnya numpang di rumah saudara demi hidup lebih tenang.
Di Jogja juga ada mahasiswa yang memilih tinggal di lingkungan takmir masjid, pondok pesantren mahasiswa, atau bahkan rusunawa (rumah susun sewa) karena lebih hemat dan ritme hidupnya terasa lebih stabil.
Karena pada akhirnya, kebutuhan tempat tinggal mahasiswa biasanya ikut berubah seiring cara hidupnya berubah.
1. Kontrakan: Naik Level dari Anak Kos ke “Orang Dewasa”
Mengontrak rumah adalah pilihan yang cukup sering diambil mahasiswa semester akhir atau yang sudah punya circle tetap. Biasanya alasannya sederhana: lebih bebas. Kalau tinggal di kontrakan, hidup terasa lebih lega:
- punya ruang tamu
- bisa masak
- tidak terlalu diatur
- dan suasananya lebih privat
Makanya banyak mahasiswa akhirnya patungan kontrakan bareng:
- teman satu circle
- teman organisasi
- atau partner hidup sekalian
Dan jujur saja, hidup di kontrakan memang terasa berbeda dibanding kos. Rasanya lebih seperti benar-benar tinggal, bukan sekadar numpang tidur. Tapi tentu ada konsekuensinya:
- bayar listrik sendiri
- urus kebersihan
- urus air
- sampai drama bagi tagihan
Kadang baru sadar ternyata hidup mandiri tidak sesimpel kelihatannya.
2. Asrama Mahasiswa: Lebih Hemat, Lebih Sosial
Banyak mahasiswa baru sering lupa kalau asrama bisa jadi pilihan tempat tinggal di Jogja selain kost. Beberapa kampus di Jogja juga punya:
- asrama internal
- rumah singgah mahasiswa
- atau kerja sama tempat tinggal khusus mahasiswa luar daerah
Biasanya harganya lebih terjangkau dibanding kos eksklusif, dan suasana sosialnya jauh lebih terasa, karena hidup di asrama identik dengan:
- kenal banyak orang
- hidup kolektif
- jadwal mandi rebutan
- sampai mie instan tengah malam bersama
Buat sebagian orang, asrama terasa melelahkan. Tapi buat sebagian lain, justru di situlah pengalaman merantaunya paling terasa.
3. Rusunawa: Opsi Murah yang Sering Tidak Kepikiran
Selain asrama, ada juga mahasiswa yang akhirnya pindah ke rusunawa (rumah susun sederhana sewa). Opsi ini memang tidak sepopuler kos, tapi cukup banyak dipilih mahasiswa yang ingin hidup lebih hemat dalam jangka panjang.
Biasanya rusunawa dipilih oleh:
- mahasiswa semester lanjut
- mahasiswa rantau dengan budget terbatas
- pasangan muda mahasiswa
- atau pekerja awal karier
Dibanding kos biasa, biaya tinggal di rusunawa sering kali terasa lebih ringan. Fasilitasnya memang cenderung sederhana, tapi umumnya sudah mencakup:
- kamar atau unit dasar
- kamar mandi
- area komunal
- parkir
- keamanan lingkungan
Yang perlu dipahami: tinggal di rusunawa biasanya lebih terstruktur dibanding kos. Ada aturan tertentu seperti:
- administrasi penghuni
- jam kunjungan
- batas penghuni
- aturan lingkungan
- masa sewa
Buat sebagian mahasiswa, justru ritme hidup seperti ini terasa lebih nyaman karena lingkungannya cenderung lebih tenang dibanding kawasan kost padat mahasiswa.
4. Guesthouse Bulanan: Solusi Anak Magang dan Masa Transisi
Belakangan di Jogja mulai banyak:
- guesthouse bulanan
- penginapan long stay
- residence harian-bulanan
yang target pasarnya bukan wisatawan, tapi mahasiswa dan pekerja muda. Model tempat tinggal semacam ini biasanya dipilih oleh:
- mahasiswa magang
- mahasiswa baru yang belum dapat kos
- pekerja remote
- atau orang yang tinggal sementara
Keunggulannya:
- furnitur lengkap
- tidak ribet
- tinggal masuk
- fleksibel
Tapi suasananya kadang terasa kurang personal karena penghuninya sering berganti.
5. Tinggal di Rumah Saudara: Hemat tapi Tidak Selalu Nyaman
Ini opsi klasik mahasiswa rantau. Kalau punya keluarga di Jogja, banyak orang awalnya memilih tinggal di rumah saudara demi menghemat biaya hidup. Secara finansial memang sangat ringan, tapi tidak semua orang cocok dengan ritme ini. Ada yang akhirnya merasa:
- tidak bebas
- sungkan
- sulit punya ruang pribadi
- atau capek menjaga batas sosial
Makanya banyak yang akhirnya pindah ke kos setelah beberapa waktu. Karena kebebasan kecil seperti pulang malam tanpa banyak pertanyaan ternyata sangat berarti bagi anak rantau.
6. Tinggal di Lingkungan Takmir Masjid
Selain opsi umum, ada juga mahasiswa yang memilih tinggal di lingkungan masjid atau rumah takmir. Biasanya ini terjadi di area kampus atau lingkungan yang punya masjid aktif dengan komunitas kuat.
Pola hidupnya cenderung lebih teratur karena:
- dekat dengan kegiatan ibadah
- lingkungan lebih tenang
- interaksi sosial berbasis komunitas masjid
- suasana hidup lebih disiplin
Bagi sebagian mahasiswa, ini jadi pilihan ideal untuk menyeimbangkan kehidupan akademik dan spiritual. Namun tentu tidak semua orang cocok, karena ritme hidupnya lebih terstruktur dibanding kos biasa.
7. Pondok Pesantren Mahasiswa: Hidup Rantau yang Lebih Terarah
Di Jogja juga cukup banyak pondok pesantren mahasiswa, terutama yang dekat kampus-kampus besar.
Berbeda dengan pesantren tradisional penuh waktu, model ini biasanya dirancang untuk mahasiswa yang tetap kuliah formal. Kehidupan di dalamnya biasanya meliputi:
- jadwal kajian rutin
- lingkungan religius
- aturan hidup lebih jelas
- interaksi komunitas kuat
Banyak mahasiswa memilih jalur ini karena ingin hidup lebih terarah, bukan hanya sekadar tempat tinggal. Namun tentu ada kompromi:
- waktu lebih terstruktur
- aktivitas sosial lebih terbatas
- harus menyesuaikan aturan pesantren
8. Apartemen: Gaya Hidup Mahasiswa Jogja yang Mulai Berubah
Dulu apartemen terasa sangat “bukan Jogja.” Tapi sekarang mulai banyak mahasiswa yang memilih tinggal di apartemen, terutama di area:
- dekat kampus
- pusat kota
- kawasan urban baru
Alasannya:
- lebih nyaman
- lebih privat
- fasilitas lengkap
- cocok untuk gaya hidup modern
Beberapa apartemen di Jogja bahkan memang mulai menyasar pasar mahasiswa dan pekerja muda. Tapi biayanya tentu jauh lebih tinggi dibanding kos biasa.
9. Coliving dan Tinggal Bareng Teman Mulai Jadi Tren Baru
Belakangan mulai muncul pola hidup yang cukup menarik di Jogja: tinggal bareng teman dalam satu rumah dengan konsep semi-co-living. Biasanya dilakukan oleh:
- freelancer
- mahasiswa akhir
- pekerja remote
- circle kreatif
Co-living adalah konsep tempat tinggal kekinian dengan penekanan pada komunalisme. Di tempat semacam ini, tidak semuanya privat. ada zona-zona yang memang disengaja diciptakan agar penghuninya bisa berinteraksi satu sama lain.
Memilih Tempat Tinggal Itu Sebenarnya Memilih Cara Hidup
Semakin lama tinggal di Jogja, banyak orang akhirnya sadar: tempat tinggal memengaruhi keseharian lebih dari yang dibayangkan.
Kos membuat hidup terasa praktis. Kontrakan membuat hidup terasa lebih dewasa. Asrama membuat hidup lebih ramai. Rusunawa menawarkan hidup yang lebih hemat dan terstruktur. Takmir masjid dan pesantren membuat hidup lebih terarah. Apartemen membuat hidup lebih privat.
Dan semua pilihan itu selalu datang dengan komprominya masing-masing.
FAQ
Selain kos, mahasiswa di Jogja tinggal di mana? Kontrakan, asrama, rusunawa, guesthouse bulanan, apartemen, rumah saudara, takmir masjid, dan pondok pesantren mahasiswa.
Apakah pondok pesantren cocok untuk mahasiswa umum? Cocok untuk yang ingin hidup lebih terarah secara akademik dan spiritual.
Apa kelebihan tinggal di takmir masjid? Lingkungan lebih tenang, dekat aktivitas ibadah, dan suasana komunitas yang kuat.
Apakah rusunawa cocok untuk mahasiswa? Cocok untuk mahasiswa yang ingin biaya tinggal lebih hemat dan nyaman dengan lingkungan yang lebih terstruktur dibanding kos biasa.
Apakah kontrakan lebih murah dari kos? Jika patungan, bisa lebih hemat dibanding kos eksklusif.
Artikel Terkait
-
11 Kost Eksklusif Di Sekitar Kampus UII Atas
Banyak **kost eksklusif dengan fasilitas modern bermunculan di Jakal atas, engan pilihan harga mulai sekitar **Rp1 jutaan sampai Rp2 jutaan**.
-
15 Kost Eksklusif Selatan Jogja: Rekomendasi Area UMY, UAD, ISI, dan Umbulharjo
Daftar kost eksklusif selatan Jogja dekat UMY, UAD, ISI, dan Umbulharjo. Lengkap harga, fasilitas, lokasi, hingga tips memilih kost yang tepat.
-
6 Rekomendasi Co-Living di Jogja: Alternatif Tempat Tinggal Modern Selain Kos
Cari co-living di Jogja? Simak rekomendasi coliving terbaik lengkap harga, fasilitas, Google Maps, plus minus, dan tips memilih hunian modern selain kos.